Sachie's Stories : Tugas Domestik Pertama


Sudah lima bulan kami sekeluarga pindah ke Pekanbaru. Kami diboyong ayahnya anak-anak mengikuti kepindahtugasannya ke Bumi Lancang Kuning ini. Hanya berlima. Macam-macam rasanya, tapi kalau mau jujur tinggal berlima saja ini sungguh menyenangkan. Setiap hari alhamdulillah anak-anak menunjukkan tumbuh kembang yang spektakuler.

Banyak sekali yang ingin saya tulis di blog ini terutama tentang rekam jejak tumbuh kembang anak-anak. Penting bagi saya menuliskan kisah mereka karena saya dan suami bercita-cita punya banyak anak. Kami takutnya tidak bisa mengingat detail padahal tentu anak-anak ingin mendengar kisah spesifik asli milik mereka (ngasal ).
Rasanya baru setelah lima bulan ini saya bertemu ritmenya. Bagaimana saya bisa ngeblog tanpa mengurangi waktu saya mendampingi tumbuh kembang anak-anak. Saya akhirnya ngeblog di saat anak-anak sudah tidur dan pekerjaan saya lainnya telah beres.

Saya mau bercerita ringan dulu tentang sulung kami, Sachie. Sekarang Sachie dipanggil "teteh" mengikuti kemauan ayahnya, bukan "kakak" seperti keinginan saya dulu. Ya tidak mesti ditentang, ini hanya hal remeh yang sungguh tidak bertentangan dengan syariat. Pilihlah jalan ke surgamu wahai wanita.. Lhaaaa?

Balik lagi ke Sachie. Jadi di usianya yang ke 4 tahun 1 bulan ini Sachie sudah bisa membaca, menulis dan menghitung. Masih dasar sekali ilmu calistungnya. Belum sampe integral atau sastra arab kuno. Kami sama sekali tidak memulai mengajarkan, memaksakan apalagi mengeleskan anak calistung. Kami hanya mengenalkan dalam bentuk permainan sederhana. Misalnya play mat alias alas kamarnya anak-anak merupakan puzzle alfabet, banyak sekali buku baca yang berwarna-warni dan berbeda material yang setiap hari kami bacakan, obrolan kami, lagu yang kami nyanyikan, video yang ditonton dll. Anak-anak tumbuh rasa ingin tahu dari sana.

Setelah Sachie mulai pandai calistung, saya mulai terusik saat teman-teman saya mem-post foto anak-anak mereka yang mengerjakan pekerjaan domestik. Wah sachie belum pernah nih diajak secara langsung untuk membantu pekerjaan bundanya. Akhirnya hari ini saya beranikan diri mengajak sachie mencuci piring.

Pertama saya siapkan spons khusus untuk sachie. Spons biasa hanya saja saya potong lebih kecil. Saya pisahkan alat makan plastik dan kaca. Lalu pekerjaan dimulai. Sachie mencuci semua alat makan plastik.

Apa reaksinya diajak bekerja begitu? Ternyata dia sangat senang sekali sampai berkali-kali berterima kasih karena dilibatkan mencuci piring. Dia juga berulang-ulang menanyakan alasan saya memperbolehkannya mencuci piring dan menjawabnya sendiri. 

"Bunda, kenapa teteh boleh cuci piring? Karena Bunda sayang teteh ya? "

Iya Nak.. Ini semua karena bunda sayang teteh. Sayang sekali. Agar nanti teteh besar teteh tidak sungkan dan tidak asing mengerjakan pekerjaan domestik. Agar nanti apapun cita-cita teteh, teteh tau bahwa mengurus rumah tangganya adalah hal mulia yang ia sukai.

You Might Also Like

2 comments

  1. Penting banget memang ngajarin anak2 pekerjaan domestik sedini mungkin agar mereka pintar dan mandiri ya Mbak. 😊

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca, silakan tinggalkan komentar di tulisan ini